Minggu, 20 Agustus 2017

Menyewa Sahabat Kampus


Perjalanan menuju keberhasilan memang tidak mudah. Kebanyakan orang khususnya mahasiswa pasti tersembunyi mimpi yang berhubungan dengan kehidupan karir, misalnya:  berkarir dalam kampus, membangun karir kerja, bekerja di tempat yang diinginkan, dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Untuk menjadi seorang yang expert, seseorang harus mengasah skill  terutama pada saat menyandang status mahasiswa. Skill yang kita miliki tidak akan berkembang jika kita tidak berusaha mengaplikasikannya. Dunia kampus merupakan salah satu tempat untuk mahasiswa mengaplikasikan pengembangan soft skill. Tiga alat yang mesti disewa sebagai terobosan terhadap masa depan: yaitu pembelajaran dari dosen, aktif berorganisasi, dan jiwa nasionalisme.
Ikuti dan dalami ilmu yang diajarkan dosen. Kuliah adalah salah satu fase jenjang pendidikan yang cukup menyenangkan dan banyak rasa. Tidak terlepas juga berhubungan dengan yang namanya dosen. Dosen merupakan tenaga pengajar pada perguruan tinggi. Dosen mempunyai sifat yang berbeda. Pertanyaan yang sering dilontarkan mahasiswa baru adalah, apakah dosen ini killer? Apa dosen ini baik hati? Apa dosen itu mudah memberikan nilai bagus? Apa dosen ini memberi izin jika kita jarang masuk? Apa dosen ini segunung memberi tugas? Semua pertanyaan akan dijawab oleh senior dan jawaban tidak akan sama jika dijawab oleh beberapa orang senior. Apapun jawaban dari senior, jangan percaya dulu. Jadikanlah jawaban tersebut sebagai pertimbangan menguji keberanian mental dan sebagai pertimbangan untuk menentukan sikap terhadap dosen. Jika dosen killer, jangan sesekali membuat kesalahan, jika dosennya baik, jangan sesekali mempermainkannya. Pada umumya dosen tidak akan menjerumuskan mahasiswa, dosen akan berbuat yang terbaik karena dosen mempunyai tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hargai semua dosen, terutama yang mengajar pada mata kuliah yang kita ambil. Dengarlah apa yang disampaikannya dan sampaikan kepada teman kelas agar ilmu tersebut melekat dalam diri.
Berpartisipasi dalam organisasi. Seringkali organisasi menjadi akses menuju keeksistensian diri. Organisasi yang ada dalam kampus terdiri dari berbagai klasifikasi, diantaranya organisasi kepemimpinan seperti Dewan Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Mahasiswa Fakultas (DEMA-F), Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Selain organisasi kepemimpinan juga terdapat organisasi kegiatan seperti Unit Kegiatan mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK).
Tidak hanya organisasi-organisasi intra kampus yang menjadi akses caracter building, namun juga ada organisasi ekstra kampus seperti organisasi primodial atau organisasi kader seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan lain-lain.
Banyaknya organisasi yang ditawarkan membuat mahasiswa harus lebih bijak memilihnya. Sebelum masuk organisasi, yang terpenting adalah ketahuilah kegiatan apa yang paling disukai, apa visi dan misi organisasi tersebut, harus memahami diri sendiri dan kemudian baru putuskan untuk memilih organisasi yang sesuai  dengan minat. Minat adalah suatu hal yang ingin kita lakukan tanpa paksaan orang lain. Minat juga bisa tumbuh karena kita mahir atau cerdas dibidang itu. Contohnya kita mahir dan suka menulis, maka kita masuk organisasi kepenulisan. Contoh lain, kita suka menari, maka masuk organisasi yang berhubungan dengan seni, suka berpetualang maka masuk organisasi pencinta alam, suka berbisnis atau berjualan maka masuk organisasi kewirausahaan, suka memberi konseling maka masuk organisasi konseling.
Organisasi yang yang sukses adalah organisasi yang tercapai visi misinya, organisator yang sukses adalah organisator yang bisa membangun sikap dan karakter, dan juga bisa menambah link pertemanan.
Lebih baik tanamkan jiwa nasionalisme. Secara umum nasionalisme berarti paham kebangsaaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air, memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa untuk kepentingan nasional. Kecintaan terhadap tanah air merupakan manifestasi melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan negeri ini dengan cara mengabdikan diri pada masyarakat, bangsa dan negara.
Hal diatas merupakan sahabat mahasiswa dalam kampus karena akan membantu pengembangan karakter yang nantinya bisa menjadi nilai jual soft skill mahasiswa. Sebagai contoh, perkataan dosen bisa dijadikan sumber ide, sumber landasan kita berbicara. Organisasi dijadikan sebagai pendekatan terhadap instansi atau lembaga. Dan jiwa nasionalisme dijadikan sebagai motivasi untuk mengabdi pada negeri, menjauhkan diri dari malas-malasan, apatis, bahkan menjauhi dari sifat korupsi.
Kenyataan seperti itulah yang akan mengantar kita dalam merintis dan mengembangkan karir di masa yang akan datang. Yang terpenting jangan membawa nama baik kampus untuk melakukan kejahatan.
========================================================================
Pernah Terbit di Tabloid Suara Kampus


Tidak ada komentar:

Posting Komentar